Tsunami setelah gempa besar di Rusia: Jepang peringatkan siklus gelombang bisa berlangsung hingga satu jam
| peringatan gelombang tsunami oleh Jepang setelah gempa besar di Rusia |
Pada 29–30 Juli 2025, gempa dahsyat berkekuatan 8,8 skala Richter mengguncang wilayah lepas pantai Semenanjung Kamchatka di Rusia. Itu merupakan salah satu gempa terkuat yang tercatat di kawasan tersebut, dengan kedalaman sekitar 19 km
Tsunami akibat gempa ini bukan hanya menyerang daratan Rusia—gelombang setinggi 3–5 meter tercatat di Severo‑Kurilsk, menyapu bagian pelabuhan dan menyebabkan sejumlah cedera
Pemerintah Jepang segera mengeluarkan peringatan dan memerintahkan evakuasi bagi hampir 2 juta penduduk di 133 kota pesisir, dari Hokkaido hingga Wakayama. Meski gelombang tertinggi yang diterima Jepang hanya mencapai sekitar 0,6–1,3 meter
Jepang - melalui Japan Meteorological Agency - mengingatkan bahwa tsunami bukan hanya datang sebagai satu gelombang.
“Second and third waves can be even higher.”
— Ketua Sekretariat Kabinet Jepang
Para ahli memperingatkan bahwa massa air bisa berosilasi selama berjam-jam sebelum mereda. Akibatnya, efek tsunami bisa terasa dan berulang di sepanjang garis pantai selama hingga satu jam setelah gelombang pertama tiba.
Dampak Ringan Berkat Protokol Siaga matang
-
Di Hawaii, gelombang hingga 1,7 meter terjadi, meskipun sebagian besar sirene tsunami berbunyi pertama kali dalam lebih dari sepuluh tahun
Di Amerika Serikat, sebagian besar pesisir barat mengalami efek tsunami kecil (antara 0,5 – 1 meter), termasuk California dan Alaska, namun tidak terjadi kerusakan parah
Keberhasilan ini berkat sistem deteksi dan evakuasi cepat dari PTWC (Pacific Tsunami Warning Center) serta kesiapan masyarakat kawasan Pasifik yang rutin dilatih sejak tsunami besar 2004
Jepang telah mengaktifkan sistem siaga tinggi setelah gempa besar di wilayah Rusia. Peringatan tsunami dikeluarkan secara ketat, dan evakuasi massal dilakukan untuk meminimalkan risiko. Meskipun gelombang yang datang lebih kecil dari yang diperkirakan, Japan Meteorological Agency menegaskan bahwa siklus gelombang bisa terus terjadi selama hingga satu jam, sehingga kewaspadaan tidak boleh diturunkan setelah gelombang pertama.